Ayah Tomi adalah seorang kepala kantor pajak di Jakarta, tapi karena kesalahan yang dibuatnya, dia diturunkan posisinya menjadi kepala kantor pajak di suatu kota kecil di luar pulau Jawa. Tentu saja seluruh keluarganya juga ikut pindah, termasuk Tomi yang masih SMA.
Suatu hari Tomi pulang dengan membawa hasil ulangan matematika, dia mendapat nilai 55. Padahal di Jakarta nilainya selalu bagus-bagus.
"Sudahlah, Tom. Mungkin gurumu belum tahu siapa Papa ini," kata Papanya. Beliau kemudian masuk ke dalam kamar dan keluar dengan membawa map. Di dalam map itu ada amplop yang berisi uang pecahan Rp 10.000 sebanyak 100 lembar, disertai catatan kecil yang berbunyi: Rp 1.000.000 untuk nilai 100. Jadi Rp 10.000 untuk setiap poin.
"Kalau ulangan lagi, berikan map ini pada gurumu itu," kata Papanya.
Pada waktu ulangan, Pak Guru Matematika agak kaget ketika Tomi mengumpulkan ulangannya berupa map.
"Kertas ulangan saya ada di dalam map itu, Pak," Tomi berbisik kepada gurunya dengan senyum penuh arti.
Meskipun kurang begitu mengerti Pak Guru Matematika itu menerima map tersebut tanpa dibuka.
Keesokan harinya, ketika hasil ulangan dibagi, Tomi mendapat nilai 30, dan map itu dikembalikan. Sesampainya di rumah, Tomi membuka map tersebut dan ternyata uang di dalam amplop itu tinggal Rp 700.000.
No comments:
Post a Comment